Kamis, 10 April 2014

Kecepatan Transfer Data Via Kabel UTP vs Koneksi Wifi

Kecepatan Transfer Data via Kabel UTP vs Koneksi Wifi
Melanjutkan posting sebelumnya tentang jaringan nirkabel ESS, kali ini saya akan membahas tentang perbandingan transfer data rate file dari PC melalui koneksi langsung dengan kabel dan melalui koneksi wireless. Mari kita simak pembahasan selanjutnya..
  • Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)

Secara fisik, kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) terdiri atas empat pasang dawai medium. UTP digunakan sebagai media networking dengan impedansi 100 Ohm. UTP memiliki diameter eksternal 0.43 cm, hal ini memudahkan dalam melakukan instalasi. UTP juga men-support arsitektur-arsitektur jaringan pada umumnya sehingga menjadi sangat populer.
Kelebihan dari kabel UTP antara lain :
Ø Media dan ukuran konektor kecil.
Ø Kecepatan dan keluaran 10-100 Mbps.
Ø Biaya rata-rata per node murah.
Kekurangan dari kabel UTP adalah rentan terhadap efek interferensi elektris yang berasal dari media atau perangkat-perangkat di sekelilingnya. Akan tetapi pada prakteknya para administrator jaringan banyak menggunakan kabel ini sebagai media yang efektif dan cukup diandalkan.
  • Jaringan Wireless Fidelity

Pernahkan Anda melihat sambungan komunikasi tanpa kabel? Teknologi itu dikenal dengan Wirelless Fidelity (WiFi). Teknologi jaringan tanpa kabel menggunakan frekuensi tinggi berada pada spektrum 2,4 GHz. Kita dapat terhubung ke internet dengan WiFi menggunakan sebuah notebook dan PDA yang dilengkapi dengan kartu WiFi (WiFi card). Namun jika notebook yang kita gunakan menggunakan processor yang dilengkapi teknologi mobile, maka kartu WiFi tidak diperlukan. Dengan menggunakan WiFi, kita dapat mengakses internet dengan kecepatan hingga 11Mbps. Dengan WiFi kita tidak membutuhkan kabel untuk terhubung ke jaringan, namun kita harus berada pada daerah yang mempunyai sinyal WiFi. Daerah yang mendapat sinyal WiFi kurang lebih daerah yang berada pada radius 100 meter dari titik akses atau hotspot.

Ada tiga komponen dalam sebuah lokasi hotspot sebagai berikut :
(1) Access Point (titik/pusat akses) yaitu perangkat yang menghubungkan teknologi wireless LAN dengan ethernet yang terdapat di komputer. Titik akses memiliki kemampuan untuk melayani pengguna hingga 128 point. Luas daerah yang dijangkau oleh sebuah titik akses mencapai 25-100 meter.

(2) Access controller (pengendali akses) yaitu perangkat yang berfungsi sebagai alat autentifikasi yang mengecek apakah seorang pengguna mempunyai hak atau izin untuk melakukan akses.

(3) Internet Link yaitu perangkat yang menghubukan lokasi hotspot dengan internet. Internet Link mempunyai kemampuan koneksi ini digunakan untuk melayani seluruh pengguna dalam satu lokasi.

Di samping keunggulan WiFi coba Anda pikirkan kelemahannya? Kelemahan akses internet dengan WiFi antara lain jarak titik akses dengan point atau komputer kita hanya berada pada daerah sejauh 100 meter, dan sampai saat ini, masih terbatas pada tempat-tempat yang dipasang titik akses. Tempat-tempat tersebut biasanya tempat umum seperti kampus, hotel, kafe, dan bandara.

Teknologi WiFi memung-kinkan kita mengakses internet dengan kecepatan yang tinggi, namun persyaratannya kita harus berada pada daerah yang mempunyai sinyal WiFi. Terbatasnya daerah sinyal WiFi dan jarak jangkauan yang sangat pendek (sekitar 100 m) menyebabkan Anda hanya dapat menggunakan WiFi di daerah-daerah tertentu saja.
Saat ini dikembangkan sebuah teknologi nirkabel baru yang disebut dengan Wireless Broadband (WiBro). Namun teknologi ini masih dalam tahap pengembangan dan belum dipasarkan. Dibanding dengan WiFi, WiBro dapat diakses dari jarak 1 kilometer dari titik aksesnya dengan kecepatan akses 512 kbps. Akses WiBro juga masih dapat dilakukan dari kendaran yang bergerak dengan kecepatan sampai 60km/jam.

Rabu, 09 April 2014

Konsep Dasar Routing

Konsep Dasar Routing Protocol

Routing adalah proses pengiriman data dari satu host dalam satu network ke host dalam network yang lain melalui suatu router. Agar router dapat mengetahui bagaimana meneruskan paket paket ke alamat yang dituju dengan mengunakan jalur terbaik, router menggunakan peta atau tabel routing. Table routing adalah table yang memuat seluruh informasi IP address dari interfaces router yang lain sehingga router yang satu dengan router lainnya bisa berkomunikasi.
Sedangkan Routing Protocol adalah suatu aturan yang mempertukarkan informasi routing yang akan membentuk sebuah tabel routing sehingga pengalamatan pada paket data yang akan dikirim menjadi lebih jelas dan routing protocol mencari rute tersingkat untuk mengirimkan paket data menuju alamat yang dituju.
Jenis-jenis Routing Protocol:

1.  Static Routing

Router meneruskan paket dari sebuah network ke network yang lainnya berdasarkan yang ditentukan oleh administrator. Rute pada static routing tidak berubah, kecuali jika diubah secara manual oleh administrator.
Berikut ini adalah karakteristik dari static routing:
  • Tidak akan mentolerir jika terjadi kesalahan pada konfigurasi yang ada. Jika terjadi perubahan  pada jaringan atau terjadi kegagalan sambungan antara dua atau lebih titi kyang terhubung secara langsung, arus lalu lintas tidak akan disambungkan oleh router.
  • Konfigurasi routing jenis ini biasanya dibangun dalam jaringan yang hanya mempunyai beberapa router, umumnya tidak lebih dari 2 atau 3.
  • Informasi routingnya diberikan oleh orang (biasa disebut administrator jaringan) secara manual.
  • Pada satu router hanya memiliki satu table routing.
  • Jenis Routing Static ini biasanya digunakan untuk jaringan kecil dan stabil.
Keuntungan Routing Static :
- Lebih aman daripada dynamic routing karena tidak rentan terhadap serangan spoofing.
Kelemahan Routing Static :
- Rentan terhadap kesalahan penulisan dan lebih merepotkan dibandingkan dynamic routing.

2. Dynamic Routing

Merupakan type Routing dimana Router dapat mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.
Berikut ini adalah karakteristik dari static routing:
  • Informasi routingnya tidak lagi diberikan oleh orang (manual), melainkan diberikan oleh software.
  • Apabila salah satu jalur yang ada mengalami gangguan atau kerusakan peralatan, maka router akan secara otomatis akan mencari ganti dari jalur yang tidak bisa dipakai lagi.
  • Menangani jaringan yang lebih kompleks dan luas, atau jaringan yang konfigurasinya sering berubah ubah (koneksi putus-nyambung).
  • Jaringannya cerdas (sudah menggunakan komputasi).
  • Memerlukan routing protokol untuk membuat tablerouting dan routing protokol ini bisa memakan sumber daya komputer.
Keuntungan Routing Dynamic :
- Lebih mudah untuk mengatur network yang besar karena Router akan memilih jalur lain bila ada suatu jalur yang rusak.
Kelemahan Routing Dynamic :
- Update ARP table dibagikan ke semua komputer, berarti mengkonsumsi bandwith butuh RAM untuk menentukan jalur terbaik bila terjadi down karena jalur ditentukan oleh sistem, bukan admin.
Pengelompokan Routing Protocol Dynamic :

1.  RIP (Routing Information Protocol)

RIP (Routing Information) merupakan salah satu protokol routing distance vector yang digunakan oleh ribuan jaringan di dunia. Hal ini dikarenakan RIP berdasarkan open standard dan mudah diimplementasikan. Tetapi RIP membutuhkan konsumsi daya yang tinggi dan memerlukan fitur router routing protokol. Dasar RIP diterangkan dalam RFC 1058, dengan karakteristik sebagai berikut:
-  Routing protokol distance vector.
-  Metric berdasarkan pada jumlah lompatan (hop count) untuk pemilihan jalur.
-  Jika hop count lebih dari 15, maka paket dibuang.
-  Update routing dilakukan secara broadcast setiap 30 detik.

2.  IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)

IGRP merupakan distance vector IGP. Routing distance vector mengukur jarak secara matematik. Pengukuran ini dikenal dengan nama distance vector. Router yang menggunakan distance vector harus mengirimkan semua atau sebagian table routing dalam pesan routing update dengan interval waktu yang regular ke semua router tetangganya.
Isi dari informasi routing adalah:
- Identifikasi tujuan baru,
- Mempelajari apabila terjadi kegagalan.
IGRP adalah routing protokol distance vector yang dibuat oleh Cisco. IGRP mengirimkan update routing setiap interval 90 detik. Update ini advertise semua jaringan dalam AS. Kunci desain jaringan IGRP adalah:
- Secara otomatis dapat menangani topologi yang komplek.
- Kemampuan ke segmen dengan bandwidth dan delay yang berbeda.
- Skalabilitas, untuk fungsi jaringan yang besar.
Secara default, IGRP menggunakan bandwidth dan delay sebagai metric. Untuk konfigurasi tambahan, IGRP dapat dikonfigurasi menggunakan kombinasi semua varibel atau yang disebut dengan composite metric. Variabel-variabel itu misalnya:
1. Bandwidth
2. Delay
3. Load
4. Reliability
IGRP yang merupakan contoh routing protokol yang menggunakan algoritma distance vector yang lain. Tidak seperti RIP, IGRP merupakan routing protokol yang dibuat oleh Cisco. IGRP juga sangat mudah diimplementasikan, meskipun IGRP merupakan routing potokol yang lebih komplek dari RIP dan banyak faktor yang dapat digunakan untuk mencapai jalur terbaik dengan karakteristik sebagai berikut:
- Protokol Routing Distance Vector.
- Menggunakan composite metric yang terdiri atas bandwidth, load, delay dan reliability.
- Update routing dilakukan secara broadcast setiap 90 detik.

3.  OSPF (Open Shortest Path First)

OSPF merupakan interior routing protocol yang kepanjangan dari Open Shortest Path First. OSPF didesain oleh IETF ( Internet Engineering Task Force ) yang pada mulanya dikembangkan dari algoritma SPF           ( Shortest Path First ). Hampir sama dengan IGRP yaitu pada tahun 80-an. Pada awalnya RIP adalah routing protokol yang umum dipakai, namunternyata untuk AS yang besar, RIP sudah tidak memadai lagi.
OSPF diturunkan dari beberapa periset seperti Bolt, Beranek, Newmans. Protokol ini bersifat open yang berarti dapat diadopsi oleh siapa pun. OSPF dipublikasikan pada RFCnomor 1247. OSPF menggunakan protokol routing link-state, dengan karakteristik sebagai berikut:

a. Protokol routing link-state.
b. Merupakan open standard protokol routing yang dijelaskan di RFC 2328.
c. Menggunakan algoritma SPF untuk menghitung cost terendah.
d. Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi jaringan.
e. OSPF adalah linkstate protokol dimana dapat memelihara rute dalam dinamik.
f. network struktur dan dapat dibangun beberapa bagian dari subnetwork.
g. OSPF lebih effisien daripada RIP.
h. Antara RIP dan OSPF menggunakan di dalam Autonomous System ( AS ).
i. Menggunakan protokol broadcast.

4.  EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol).

EIGRP menggunakan protokol routing enhanced distance vector, dengan karakteristik sebagai berikut:
a.  Menggunakan protokol routing enhanced distance vector.
b.  Menggunakan cost load balancing yang tidak sama.
c.  Menggunakan algoritma kombinasi antara distance vector dan link-state.
d.  Menggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL) untuk menghitung jalur terpendek


Membuat Jaringan Peer to Peer

Membuat Jaringan Peer to Peer Menggunakan Wifi Internal Laptop (WiFi Ad hoc)




Wi-Fi-DirectJaringan WiFi Ad hoc  adalah mode jaringan WiFi yang memungkinkan dua atau lebih device (komputer atau router) untuk saling berkomunikasi satu sama lain secara langsung (dikenal dengan istilah peer to peer) tanpa melalui Central Wireless Router atau Acces Point (AP). Sedangkan jaringan WiFi yang menggunakan sebuah Acces Point Router untuk menghubungkan antara semua client dengan sumberdaya jaringan lainnya disebut jaringan WiFi mode  Infrastructure.

Oke, kembali ke topik, langkah pertama adalah anda harus menyiapkan sebuah laptop yang terdapat perangkat wireless. Saat ini Rata-rata semua produk laptop/netbook keluaran pabrik saat ini sudah perangkat wirelessnya.



 1. Buka Control Panel-Network and Internet ->Network and Sharing Center
1.     
1.png

2.  Muncul jendela seperti dibawah ini, pilih Set up a wireless ad hoc (computer to computer)
2.png
 


















                                                                                     






1.      Pilih Next untuk melanjutkan
3.png
 


















2.      Masukan Nama Network yang akan kita bikin, untuk Security type pilih WPA2-Personal, dan masukan Secutity key yang nantinya akan dijadikan sebagai password komputer lain untuk masuk dalam koneksi yang telah anda buat ini. Next
4.png
 






                                                                                        

















3.      5.pngProses setting up Ad Hoc sedang berjalan





















4.      6.pngFinish























5.      7.pngSelanjutnya anda bisa mengecek daftar koneksi wifi , lihat gambar. Jika terdapat jaringan wifi dengan nama yang kita buat terdapat pada daftar tersebut, selamat anda berhasil.





















Jika komputer kita sudah terhubung dengan jaringan Ad hoc yang telah dibuat, kita bisa saling bertukar data (sharing data) atau atau perangkat keras sperti printer, modem dan perangkat lainya. Sebagai catatan performance jaringan Ad Hoc ini akan turun secara drastis dengan bertambahnya jumlah computer yang terhubung.


Selasa, 08 April 2014

Jenis-Jenis Jaringan

1)   Jenis-jenis jaringan
Secara umum jaringan komputer terdiri atas lima jenis :
a)   Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan saling bertukar informasi.
b)   Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

c)   Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

Mengatur Service Yang Berjalan Pada Server

1. Samba
Samba adalah server yang sangat powerful yang dapat membuat sistem
berbasis Unix (seperti Linux) untuk melakukan sharing resource dengan sistem
berbasis Windows. Hal ini tentu sangat berguna pada sebuah LAN yang terdiri
atas beberapa workstation dengan flatform sistem operasi Linux dan Windows
sehingga dapat lebih efisien dengan adanya pembagian resource, seperti file
dan printer, untuk dapat digunakan secara bersama-sama. Samba merupakan
sebuah software aplikasi buatan Andrew Tridgel dari ANU (Australian National
University) dengan mengimplementasikan protokol SMB (Server Message
Block) pada sistem operasi Unix. Protokol ini kadang-kadang dapat berlaku
sebagai protokol CIFS (Common Internet File Sistem), LanManager, NetBIOS.
Protokol SMB ini dapat membuat sebuah komputer dengan sistem operasi Unix
menjadi file atau print server menjadi file atau print server atau seperti klien
ftp untuk mengakses share SMB baik di Samba server atau di sever lain yang
kompatibel seperti Windows NT, mendukung nameserving dan browsing
NetBIOS, dan lain-lain.
2. Mekanisme SMB
2.1. Username dan Password
Untuk memahami hubungan antara Linux/Samba/Windows, kita harus
mempelajari sistem file, printer, dan user pada kedua operating sistem.
Beberapa manajemen pengaturan username dan password :
Linux Password Authentication Module (PAM) , akan membuat
autentikasi user dengan PDC sehingga kita tetap mempunyai dua user, satu
di lokal dan satu lagi di PDC , tapi user hanya perlu menyimpan password
hanya dalam sistem window.
Samba sebagai PDC, akan menyimpan login dan password pada sistem
Linux.
Membuat solusi sendiri dengan Perl, kita dapat membuat sendiri. Hal
ini dilakukan dengan menggunakan Winperl dan modul-modul Perl yang
memungkinkan pengubahan paa Security Access Manager (SAM), untuk
meng-update daftar password PDC. Script Perl pada sisi Linux dapat
berkomunikasi dengan script WinPerl untuk menjaga sinkrionisasi account.
2.2. Encrypted Password
Sejak Windows NT 4, Windows 98, dan Windows 95 OSR2, Windows
menggunakan password terenkripsi saat berkomunikasi menggunakan PDC
dan setiap server yang memerlukan autentikasi (termasuk Linux dan Samba).
Alogoritma enkripsi Windows berbeda dengan UNIX, sehingga tidak
kompatibel. Untuk menangani hal itu, kita dapat melakukan pilihan-pilihan
sebagai berikut :
Mengedit Registry pada klien Windows untuk mendisable penggunaan
password terenkripsi. Bagian registry yang harus diubah terdapat pada
direktori docs paket Samba.
Mengkonfigurasi Samba agar menngunakan password terenkripsi
Windows.
Pilihan pertama mempunyai kelebihan dengan tidak adanya pola password
yang lebih kompleks. Pada sisi lain, kita harus membuat registry yang tetap
pada semua klien. Untuk pilihan kedua sebaliknya, yakni sedikit lebih
kompleks pada sisi server, tapi kita tidak usah mengubah bagian klien.
2.3. Perbedaan smbd dengan nmbd
Sebenarnya Samba disusun atas dua damon, yatu smbd dan nmbd. Smbd
adalah daemon yang secara nyata menangani servis sharing file sistem dan
printer untuk klien. Pada saat sebuah klien melakukan autentikasi, smbd
akan membuatkan duplikat dirinya, bagian asli akan kembali ke port 139
untuk mendengarkan permintaan baru dan bagian duplikat menangani
koneksi terhadap klien. Dulikat ini juga mengubah ID user efektifnya dari
root ke user yang terautentikasi. Misalnya , kalau user smkti melakukan
autentikasi dengan smbd, duplikat baru akan berjalan dengan permisi
smkti , dan bukannya permisi root ). Duplikat ini akan berada di memory
selama masih terkoneksi dengan klien.
Daemon nmbd bertanggung-jawab untuk menangani permintaan server
name NetBIOS. Ia akan mendengarkan port 137, tidak seperti smbd, nmbd
tidak membuat contoh dirinya untuk menangani setiap pertanyaan. Kedua
daemon itu harus dijalankan agar Samba bekerja dengan baik.
3. Instalasi Paket Samba Server
Paket Samba release terbaru bisa dilihat di homepage Samba :
http://us1.samba.org/samba/samba.html atau melalui FTP site: 63.238.153.11.
Bila tersedia, paket juga bisa diambil melalui ftp site-ftp site terdekat. Pada
modul ini, kita akan coba untuk menginstall paket : samba-2.0.7.tar.gz.
Pastikan file source ini sudah didownload dan diletakkan di direktori
/usr/local/src (atau direktori lainnya).
3.1. Instalasi Dalam Bentuk Tarball
Instalasi dalam bentuk tarball adalah instalasi dengan source dalam bentuk file
berekstensi tar.gz. Instalasi ini hanya bisa dilakukan dengan account root. Berikut
adalah langkah-langkah instalasinya :
Masukkan ke direktori tempat diletakkannya source Samba :
# cd /usr/local/src
Kemudian ekstrak file tersebut dengan perintah :
# tar zxvf samba-2.0.7.tar.gz
Setelah diekstark akan terbentuk direktori samba-2.0.7, masuklah ke direktori
tersebut, dan di sana akan terdapat direktori source, docs , dan sebagainya : l
# cd samba-2.0.7
Lalu masuklah ke direktori source dan jalankan script configure yang ada di sana.
Dalam konfigurasi ini, kita dapat menambahkan beberapa option, misalnya kita
akan menambahkan option sebagai berikut :
Option Deskripsi
--with-pam Agar Samba dapat menggunakan Password Authentication
Module (PAM).
--with-mmap Agar mendukung MMAP untuk meningkatkan
performansi Samba.
# ./configure -with-smbmount -with-pam --with-mmap
Kemudian install Samba dengan mengetikkan perintah make lalu make install:
# make all
# make install
Samba akan terinstall di direktori /usr/ local/samba. Setelah perintah instalasi di
atas dieksekusi, akan terbentuk direktori bin yang berisi sejumlah file binary yang
berfungsi seperti untuk mengontrol Samba server seperti smbd, nmbd, dan
smbclient, dan lain-lain.
Samba akan terinstall di direktori /usr/local/samba.
# install m 755 script /mksmbpasswd.sh /usr/bin/
Perintah ini akan menginstall script mksmbpasswd.sh pada direktori /usr/bin/ .
Script ini diperlukan untuk mensetup user Samba diijinkan terkoneksi ke server via
file smbpasswd .
Untuk mempelajari Samba secara lebih mendalam, kita dapat membaca
manualnya yang disertakana dalam paket. Manual Samba secara default terletak
di direktori /usr/ local/samba/man. Agar manual Samba bisa dibaca (diakses)
dengan perintah man pada shell Linux, lakukan sebagai berikut :
# cp /usr/local/samba/man/man1/* /usr/man/man1
# cp /usr/local/samba/man/man5/* /usr/man/man5
# cp /usr/local/samba/man/man7/* /usr/man/man7
# cp /usr/local/samba/man/man8/* /usr/man/man8
4. Konfigurasi Samba Server
Dalam membuat konfigurasi Samba server ini sangat bergantung pada
kebutuhan dan arsitektur dari jaringan komputer kita. Misalkan Samba server
ini bisa dikonfigurasikan hanya terkoneksi satu klien atau bahkan terkoneksi
dengan 1000 klien. File dokumentasi konfigurasi lengkap Samba server ini
dapat didownload di internet dengan alamat:
http://www.openna.com/books/floppy.tgz. Untuk menjalankan Samba server,
dibutuhkan file-file berikut ini dan harus dibuat atau dikopi pada direktoridirektori
yang cocok pada server kita.
4.1. Konfigurasi file smb.conf
File konfigurasi utama untuk Samba server ini adalah
/usr/ local/samba/ lib/smb.conf , dimana kita dapat menentukan direktori yang
ingin kita akses dari komputer Windows, IP address mana yang diijinkan, dsb.
Pada file ini juga terdapat banyak sekali option (pilihan). Untuk informasi lebih
lanjut tentang berbagai setting dan parameter dapat dilihat di dokumentasi
Samba.
Konfigurasi yang akan kita bahas di bawah adalah file konfigurasi minimal Samba
yang mendukung password terenkripsi. Kita harus terlebih dahulu mengkopikan
file konfigurasi default lalu mengeditnya sesuai dengan yang kita inginkan :
# cd /usr/local/samba/examples
# cp smb.conf.default /usr/local/samba/lib
# cd /usr/local/samba/lib
# mv smb.conf.default smb.conf
# pico smb.conf
workgroup= SMKTI
Isilah dengan workgroup server kita, yang akan tampak saat diminta oleh klien.
Klien dan server harus mempunyai workgroup yang sama.
server string= Samba Server
Option ini akan menampilkan string yang akan ditampilkan pada user dalam
comment box print manager, atau pada koneksi IPC pada bagian net view pada
komputer Windows.
encrypted password= True
Jika option ini diset True , Samba akan menggunakan password terenkripsi
bukan menggunakan password berbentuk teks sederhana saat berhubungan
dengan klien. Password terenkripsi ini tidak akan bisa dideteksi dengan sniffer.
Untuk keamanan sebaiknya option ini diset True .
security= user
Bila option security ini diisi dengan user , klien harus masuk (log-on) dengan
username dan password yang benar, jika tidak, koneksi akan diputus (connection
refused). Hal ini berarti bahwa username dan password yang benar harus terdapat
pada file /etc/password sistem Linux dan file /etc/smbpasswd pada Samba
server, jika tidak koneksi dari klien akan gagal.
smb passwd file= /etc/smbpasswd
Option ini menentukan letak file smbpasswd terenkripsi. File smbpasswd ini
merupakan kopi dari file /etc/passwd sistem Linux yang berisi username dan
password yang valid agar bisa terkoneksi dengan Samba server. Samba server
akan membaca file ini (smbpasswd) saat ada permintaan koneksi.
log file= /var/log/samba/log.%m
Option ini menyatakan letak file log yang dicatat Samba. Dengan ekstensi %m kita
dapat membuat file log yang terpisah untuk masing-masing user atau mesin yang
log-on pada Samba server.
socket options= IPTOS_LOWDELAY TCP_NODELAY
Dengan option ini kita dapat menentukan paramater-parameter konfigurasi Samba
untuk meningkatkan performansi Samba. Secara default, koneksi untuk jaringan
lokal dibuat maksimal, dan meningkatkan performansi Samba server dalam
transfer file.
domain master= Yes
Option ini untuk mengeset Samba server daemon nmbd sebagai domain master
browser untuk group yang telah ditentukan. Option ini biasanya harus diset Yes
hanya dalam satu Samba server untuk keseluruhan Samba server yang lain pada
workgroup dan jaringan yang sama.
local master= Yes
Dengan option di atas, Samba server daemon, nmbd, akan mencoba untuk
menjadi domain master browser pada workgroup yang telah ditentukan.
preferred master= Yes
Option preferred master akan menentukan dan mengontrol jika nmbd dibuat
sebagai master browser untuk workgroup yang bersangkutan.
os level= 65
Dengan mengatur nilai os level, nmbd dapat menjadi master browser lokal untuk
workgroup pada daerah broadcast lokal. Jika terdapat NT server pada jaringan
kita, dan kita ingin agar Samba server Linux menjadi browser lokal untuk
workgroup pada broadcast lokal maka option di atas harus diisi 65. Ingat option
ini hanya untuk satu Linux Samba server.
dns proxy= No
Bila diset yes , Samba server daemon nmbd ketika menjadi sebuah WINS
server dan nama Net BIOS belum teregistrasi, maka ia harus memperlakukan
nama Net BIOS kata demi kata sebagai nama DNS. Jika kita belum pernah
mengkonfigurasikan Samba sebagai WINS Server, kita tidak usah membuat option
ini Yes . Dengan memilih Yes juga akan dapat mengurangi performansi Samba.
name resolve order= lmhosts host bcast
Option ini menyatakan nama servis yang dipakai untuk mengubah hostname ke IP
address. Pilihan di atas akan menyebabkan file lmhosts lokal Samba akan dituju
terlebih dahulu.
bind interfaces only= True
Jika option ini diset True , kita dapat membatasi interface-interface yang
melayani permintaan smb . Sebaiknya option ini diset demikian untuk keamanan.
interfaces= eth0 192.168.1.1
Option di atas berguna untuk menentukan jenis interface yang digunakan Samba
server saat digunakan browsing dan registrasi nama, pada contoh di atas yakni
eth0 dengan IP address 192.168.1.1. Defaultnya, Samba akan mengecek semua
device pada kernel.
hosts deny= ALL
Kita dapat menentukan host-host yang tidak boleh mengakses Samba. Secara
default kita melarang akses dari seluruh host, dan mengijinkan akses untuk hosthost
tertentu yang didefinisikan pada hosts allow di bawah ini.
hosts allow= 192.168.1.4 127.0.0.1
Host-host yang diijinkan untuk mengakses Samba server didefinisikan pada bagian
ini, pada contoh di atas kita mengijinkan host dengan IP 192.168.1.4 dan
localhost 127.0.0.1.
debug level= 1
Di sini kita dapat menentukan level log pada file smb.conf . Sebaiknya debug
level ini tidak lebih dari 2, karena server akan log file yang tidak perlu setelah
melakukan operasi sehingga akan menurunkan performansi.
create mask= 0644
Option create mask akan menset permisi-permisi yang penting yakni bila terjadi
mapping dari DOS ke permisi UNIX. Jika dibuat 0644, semua file yang dibuat atau
dikopi dari WINDOWS ke sistem UNIX akan mempunya permisi 0644 secara
default (untuk lebih jelasnya dibahas pada bagian sistem opersai Linux).
directory mask= 0755
Mirip seperti di atas, hanya ini berlaku untuk semua direktori yang dikopi atau
dibuat dari Windows ke sistem UNIX akan mempunyai permisi default 0755.
level2 oplocks= True
Jika option ini dibuat True , akan meningkatkan keandalan file-file akses yang
tidak umum ditulis seperti file-file aplikasi .EXE.
read raw= no
Ini berguna untuk menentukan apakah Samba server akan mendukung
permintaan raw read SMB saat mentransfer data pada klien. Agar mapping
memory lebih efektif, sebaiknya option ini dibuat no .
write cache size= 262144
Option ini akan membuat Samba meningkatkan keandalan sistem jika terjadi
kemacetan disk subsystem. Nilai option ini dinyatakan dalam byte (262144=256k)
comment= Temporary File Space
Option ini untuk menyatakan komentar yang akan terlihat saat ada permintaan
klien ke server.
path= /tmp
Kita dapat menentukan direktori mana user service ini diberikan akses.
read only= No
Maksud option di atas adalah kita dapat menentukan apakah user hanya dapat
membaca file atau tidak. Jika diisi No user tidak hanya dapat mebaca file saja.
valid user= admin
Option ini berisi daftar user yang diijinkan login. Pada contoh di atas user admin
diijinkan untuk akses.
invalid users= root bin daemon nobody named sys tty disk mem kmem users
Option invalid users berisi daftar yang tidak diijinkan login yang biasanya user
paranoid . Sebenarnya hal ini hanya untuk memastikan setting yang tidak benar
dan dapat membahayakan dari segi keamanan
4.2. Konfigurasi file /etc/Imhosts
File /etc/ lmhosts adalah file untuk memetakan nama Net BIOS Samba ke IP
address. Format file ini mirip /etc/hosts , tapi komponen dari hostname harus
sesuai dengan format penamaan Net BIOS. Pertama-tama kita harus membuat file
/etc/ lmhosts ini.
# touch /etc/lmhosts
Pada file ini, tambahkan host-host klien sbb:
# pico /etc/lmhosts
127.0.0.1 Localhost
192.168.1.1 smkti1
192.168.1.2 smkti2
192.168.1.3 smkti3
Teruskan pengisian file di atas untuk semua hosts yang ada dalam network kita.
4.3. Konfigurasi file /etc/pam.d/samba
File ini berguna untuk menjalankan autentikasi pam (untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada bagian security). Lakukan perintah berikut ini :
# touch /etc/pam.d/samba
# pico /etc/pam.d/samba
Tambahkan baris-baris berikut ini:
Auth required /lib/security/pam_pwdb.so nullok shadow
Account required /lib/security/pam_pwdb.so
4.4. Konfigurasi file /etc/logrotate.d/samba
File konfigurasi ini akan menampilkan file-file log tiap minggu secara otomatis.
# touch /etc/logrotate.d/samba
Tambahkan baris-baris berikut ini :
/var/log/samba/log.nmb {
notifempty
missingok
prostrotate
/usr/bin/killall HUP nmbd
endrotate
}
/var/log/samba/log.smb {
notifempty
missingok
postrotate
/usr/bin/killall HUP smbd
endotrate
}
4.5. Membuat password Clien Samba terenkripsi
File /etc/smbpasswd adalah file password Samba yang terenkripsi. File ini berisi
username, UID, password terenkripsi masing-masing user yang dapat mengakses
Samba. Jika seorang user tidak terdaftar dalam file ini, maka ia tidak dapat
melakukan koneksi ke server. Untuk membuat account Samba, user-user samba
harus sudah ada dalam file /etc/passwd Linux. Jika kita ingin menambahkan
user yang dapat mengakses Samba, kita harus menambahkan nama user tersebut
pada file /etc/passwd sistem Linux kita sbb: (Misal kita ingin menambahkan user
smbclient ).
# adduser smbclient
# passwd smbclient
Changing password for user smbclient
New UNIX password:
Retype new UNIX password:
passwd:all authentication tokens updated successfully
Setelah kita manambahkan semua client Samba pada file /etc/passwd , Kita
dapat membuat file /etc/smbpasswd dari file /etc/passwd dari Linux server
(Ingat agar semua user yang akan mengakses samba sudah ada dalam file
/etc/passwd ) dengan perintah sbb:
# cat /etc/passwd | mksmbpasswd.sh > /etc/smbpasswd
Kemudian kita harus membuat account user Samba pada file /etc/smbpasswd
sebelum kita dapat menggunakannya.
# smbpasswd a smbclient
New SMB password:
Retype new SMB password:
Added user smbclient
Password changed for user smbclient.
Kemudian ubahlah setting permisi file smbpasswd ini agar hanya bisa dibaca dan
ditulisi oleh account root :
# chmod 600 /etc/smbpasswd
Untuk memeriksa kesalahan dalam penulisan file smb.conf , lakukan perintah ini :
# testparm
Untuk menjalankan dan menghentikan daemon Samba, nmbd dan smbd secara
otomatis kita dapat menjalankan script file /etc/ rc.d/ init.d/smb . Pastikan bahwa
file ini mempunyai permisi yang hanya bisa dibaca, ditulis, dan dieksekusi oleh
user root .
# chmod 700 /etc/rc.d/init.d/smb
Lalu buat simbolik link rc.d pada Samba dengan perintah :
# chkconfig -add smb
Agar sript Samba secara otomatis menjalankan daemon nmbd dan smbd saat
sistem dihidupkan (atau direboot) lakukan perintah berikut ini :
# chkconfig - level 345 smb on
5. Menjalankan Samba
Sebelum menjalankan Samba kita harus membuat direktori seperti yang sudah
didefinisikan pada file Makefile. Hal ini karena direktori ini tidk secara otomatis
dibuat saat mengeksekusi perintah make install.
# mkdir /usr/local/samba/var
Samba dapat dijalankan dengan dua macam cara. Pertama dijalankan sebagai
daemon dan kedua menjalankannya dari inetd. Samba yang dijalankan sebagai
daemon akan sedikit lebih cepat dalam melayani permintaan client jika
dibandingkan dengan Samba yang dijalankan dari inetd. Biasanya berbagai
distribusi Linux sudah mempunyai script untuk menstart dan menstop servis
Samba. Untuk menjalankan Samba kita harus menjalankan daemon smbd dan
nmbd. Lakukan perintah berikut ini :
# /usr/local/samba/bin/smbd D
# /usr/local/samba/bin/nmbd D

Agar Samba selalu dijalankan setiap kali Linux melakukan booting, kita dapat
menambahkan baris-baris di atas pada file /etc/rc.d/rc.local :
# pico /etc/rc.d/rc.local
/usr/local/samba/bin/smbd D
/usr/local/samba/bin/nmbd -D

Apabila dalam sistem kita tidak mempunyai script untuk menjalankan Samba
secara otomatis, maka kita harus menuliskannya secara manual. Misalkan dengan
cara membuat file /usr/ local/bin/startsmb/ untuk menjalankan dan
menghentikan secara otomatis daemon Samba server.
# pico /usr/local/samba/bin/startsmb

Tambahkan baris-baris berikut ini :
#!/bin/sh
/usr/local/samba/bin/smbd D
/usr/local/samba/bin/nmbd -D

Untuk menjalankan Samba kita tinggal mengeksekusi file startsmb tersebut.
# /usr/local/samba/bin/startsmb
Untuk mematikan Samba, kill proses smbd dengan cara sbb :
# ps ax|grep smbd
Dengan perintah di atas akan tampak proses smbd beserta nomor PID-nya.
# kill -9 [nomor PID smbd]

Perbedaan i386 dan amd64

i386 atau Amd64  ?

Bagi yang masih newbie dengan Operating System Linux/OpenSource mungkin masih bingung dengan apa perbedaan antara i368 denganamd64?
Secara garis besar, perbedaan nya adalah sebagai berikut:
·         Komputer dengan spesifikasi mesin 64bit bisa dinyalakan dengan linux 32bit (i386) maupun 64bit (amd64).
·         Komputer dengan spesifikasi mesin 64bit menggunakan linux 64bit (amd64) hasilnya akan lebih optimal.
·         CD Linux 64bit (amd64) nggak bisa diinstall di komputer bermesin 32bit.
Atau bila dikutip langsung dari Ubuntu, perbedaan nya adalah sebagai berikut:
·         PC (Intel x86) desktop image (i386) For almost all PCs. This includes most machines with Intel/AMD/etc type processors and almost all computers that run Microsoft Windows, as well as newer Apple Macintosh systems based on Intel processors. Choose this if you are at all unsure.
·         64-bit PC (AMD64) desktop image Choose this to take full advantage of computers based on the AMD64 or EM64T architecture (e.g., Athlon64, Opteron, EM64T Xeon, Core 2). If you have a non-64-bit processor made by AMD, or if you need full support for 32-bit code, use the Intel x86 images instead.

Kamis, 26 September 2013

Macintosh



Macintosh, atau disingkat Mac, adalah salah satu jenis komputer personal berbasis PowerPC yang diproduksi oleh Apple. Komputer ini dinamakan berdasarkan McIntosh, jenis apel yang disukai Jef Raskin. Macintosh diperkenalkan pertama kali pada bulan Januari 1984 lewat iklan Super Bowl yang fenomenal. Macintosh adalah komputer pertama yang memperkenalkan sistem antarmuka grafis (GUI). Pada waktu itu, langkah yang dilakukan Apple adalah sebuah perkembangan revolusioner dalam dunia komputer personal.
Pembuatan Mac merupakan suatu wujud model integrasi vertikal yang mana Apple memfasilitasi seluruh aspek perangkat keras dan juga sistem operasinya yang terinstal di dalam seluruh komputer Mac. Hal ini berbeda dengan komputer tipe PC pada umumnya, di mana banyak produsen membuat dan mengintegrasikan perangkat keras dengan sistem operasi yang dibuat oleh produsen lain. Sementara itu, Apple secara eksklusif membuat perangkat keras Mac dan mengatur bagaimana sistem internalnya, desain, dan juga harganya. Tidak hanya itu, Apple juga tidak melisensikan Mac OS X untuk komputer non-Apple.

Jenis-Jenis Macintosh