Rabu, 22 Februari 2012
Xenix
23.43
No comments
Xenix atau XENIX
adalah sistem operasi keturunan UNIX yang dibeli lisensinya oleh Microsoft Corporation dari AT&T
sebagai pengembang UNIX Version 7 pada 1979. Setelah itu,
Microsoft mengembangkan Xenix sendirian, sebelum akhirnya dibantu oleh Santa Cruz Operation
(SCO) yang turut serta mengembangkannya. Xenix merupakan sistem operasi UNIX
yang berjalan di atas mikrokomputer 16-bit, di saat sistem UNIX lainnya berfokus
pada komputer mainframe.
Sistem operasi ini diperkenalkan pada tanggal 25 Agustus
1980, dan menjadi sistem operasi
UNIX paling populer pada zamannya.
Xenix berbeda dengan
sistem UNIX versi 7 yang menjadi
"leluhurnya", dengan memasukkan beberapa elemen dari BSD, sebelum akhirnya sistem operasi ini
menjadi UNIX paling populer digunakan mengingat mikrokomputer 16-bit jauh lebih murah dibandingkan
dengan mainframe.
Microsoft tidak
menjual Xenix secara langsung kepada pengguna, tapi mereka melisensikan Xenix
kepada OEM seperti Intel Corporation, Tandy Corporation, Altos, dan SCO yang kemudian
melakukan porting ke arsitektur komputer mereka masing-masing. Sebelum
jalan di atas mikrokomputer, Xenix berjalan di atas minikomputer PDP-11 dari Digital Equipment Corporation. Port
pertama dari Xenix berjalan di atas mikrokomputer
berbasis Zilog Z8001 yang bersifat
16-bit. Altos kemudian membuat versi mereka
sendiri pada tahun 1982;
Tandy Corporation juga
berikutnya mengintegrasikan Xenix ke dalam TRS-XENIX dengan prosesor
Motorola
68000 pada bulan Januari
1983 yang ternyata lebih
gegas; lalu SCO juga membuat Xenix agar dapat berjalan di atas Intel 8086
pada bulan September
1983. Sebuah port
juga dibuat untuk Apple
Lisa yang juga
menggunakan prosesor Motorola 68000. Pada saat itu,
Xenix dibuat berbasiskan UNIX System III dari AT&T.
SEJARAH
Xenix
versi 2.0 dirilis pada tahun 1985, dan dibuat berdasarkan UNIX System V. Versi update
2.1.1 menambahkan dukungan terhadap prosesor Intel 80286.
Rilis-rilis selanjutnya meningkatkan kompatibilitas dengan UNIX System V.
Sewaktu
Microsoft dan IBM
bersepakat untuk mengembangkan IBM OS/2, Microsoft pun kurang begitu bersemangat dalam
mengembangkan dan mempromosikan Xenix. Pada tahun 1987, Microsoft pun menjual
Xenix kepada Santa Cruz Operation dengan perjanjian bahwa Microsoft memiliki
25% saham di SCO. Ketika akhirnya Microsoft kurang begitu greget mengembangkan
OS/2 akibat munculnya Windows NT, Xenix pun semakin ditinggalkan.
Pada
tahun 1987, SCO pun
membuat Xenix agar dapat berjalan di atas mikroprosesor Intel
80386DX, sebuah mikroprosesor 32-bit. Versi ini
merupakan Xenix versi 2.3.1, yang juga memperkenalkan dukungan terhadap bus SCSI dan TCP/IP.
Meski
telah "ditinggalkan" oleh Microsoft, Microsoft sebenarnya terus
menggunakan Xenix secara internal, dengan selalu mengeluarkan tambalan-tambalan untuk mendukung
beberapa fungsionalitas dalam UNIX kepada AT&T pada tahun 1987. Konon,
hingga tahun 1992, Microsoft juga dalam perusahaan internal mereka menggunakan
Xenix di atas workstation Sun
Microsystems atau minikomputer VAX dari DEC.
SCO pun
mengubah Xenix menjadi SCO UNIX pada tahun 1989. Pada saat itu, AT&T telah
menyempurnakan penggabungan beberapa fungsionalitas Xenix, BSD, SunOS, dan UNIX System V ke dalam
sebuah versi yang dikenal sebagai UNIX System V Release 4.
SCO UNIX memang masih dibuat dengan menggunakan basis System V Release 3, tapi
memiliki banyak fitur dari System V Release 4. Versi
Xenix terakhir (sebelum digabungkan ke SCO UNIX) adalah 2.3.4.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar